Puasa Dilihat Dari Sudut Pandang Ilmu Kedokteran
Written by Admin Website    Wednesday, 08 September 2010 02:39   

 

Menurut hasil penelitian oleh para ahli kesehatan di Universitas Osaka, Jepang pada tahun 1930 Bentuk perisai yang tumbuh dari aktivitas puasa, ialah bertambahnya sel darah putih dan diblokirnya suplai makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker yang bersarang pada tubuh.

Hal ini menjadikan orang-orang yang berpuasa memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang kuat. Karena itu mereka kelihatan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Tidaklah mengherankan jika pahlawan ternama perancis, Napoleon Bonaparte mengatakan “ perisaiku adalah puasa”.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar kesehatan yang meliputi empat dimensi, yaitu sehat fisik, psikis, social, dan spiritual. Setelah diadakan penelitian dari data-data yang valid, ditemukan bahwa ibadah puasa ternyata dapat memenuhi keempat dimensi standar kesehatan tadi. Puasa tidak justru berimplikasi merusak kesehatan jasmani dan rohani selama ia dilakukan secara wajar dan memenuhi aturan hukumnya.

 


Jantung koroner, kanker paru-paru, kanker mulut, bronkhitis, penyakit pembuluh darah otak dan gangguan janin dalam kandungan adalah diantara deretan penyakit yang kebanyakan diderita oleh para perokok. Hal ini terjadi karena nikotin,racun paling berbahaya yang dikandung oleh rokok bisa berimplikasi menyempitkan pembuluh darah, memperngaruhi denyut jantung, menyebabkan hati melepaskan gula kedalam aliran darah, merusak paru-paru, walaupun disisi lain rokok bisa menjadi obat penenang bagi penggunanya, yaitu setelah mengisap asap rokok sekitar 7,5 detik, nikotin akan tiba di otak dan merangsang hormon yang dapat menimbulkan perasaan tenang.


Pada tahun 1604, raja james I menulis buku tentang pemeriksaan atas mayat-mayat para perokok berat. Dia menemukan bahwa pada tubuh bagian dalam mayat-mayat itu tercemar dan terinfeksi oleh semacam bubuk kelam dan berminyak. Selanjutnya para ahli kesehatan WHO di Amerika, menyatakan bahwa disuatu negara dengan kebiasaan merokok itu menyebabkan terjadinya 80-90%kematian akibat paru-paru, 75% kematian akibat bronkhitis, 40% akibat kandung kencing, dan 25% kematian akibat penyakit jantung iskemik. Kenyataan ini paling tidak membuktikan bahwa rokok itu berbahaya


Riset para ahli membuktikan bahwa formulasi usaha penyembuhan beberapa penyakit yang diderita oleh para perokok adalah puasa. Karena setelah menjalani puasa, darah pecandu rokok akan bersih dari racun nikotin. Jika nikotin telah bersih dari tubuh para perokok, kecanduan akan berkurang dan secara berangsur-angsur akan lenyap. Efek mulut asam pada pecandu rokok yang berusaha menghentikan kebiasaannya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan mengkonsumsi buah-buahan atau permen sebagai pengganti obat .


Selain menambah sel darah putih, memblokir suplai makanan untuk bakteri, mengembalikan fungsi jantung dan paru-paru , puasa juga bisa membantu usaha penyembuhan beberapa penyakit lain pada manusia diantaranya: asma, batu empedu, beri-beri, diabetes, disentri, flu, gangguan pencernaan, keracunan alcohol, ginjal, epilepsy (ayan), kelebihan berat badan, jerawat, kolestrol tinggi, maag, rematik, stroke, tekanan darah tinggi, TBC, wasir, dan sebagainya.


Jika diteliti lebih dalam lagi maka kita akan kembali menemukan fungsi-fungsi puasa selain yang telah sebutkan diatas. Dokter Abdul aziz Ismail dari mesir mengatakan "Semakin tinggi kemajuan ilmu pengetahuan, kian tersingkaplah rahasia dan hikmah puasa sebagai upaya penyembuhan penyakit-penyakit tertentu". Wallahu 'alamu bil-shawwab.